Selasa, 16 Desember 2014



PUISI UNTUK MAROS
 Ternyata ini kota

                                  cipt: Ahmad Takbir Abadi

Embun pagi jadi ambisi
penderang mengalir tak henti
sejuk permai anggun tak busuk
menjadi isu bisu dari maros ini

      ku ingat dulu ini bukan kota
      ini tempat wada para mahluk Nya
penghuninya kian arif
kekeluargaan nan romantis

tapi, ku ingat lagi
ternyata ini berwajah kota
di sini sangat sejuk dan nyaman
aku baru saja terbangun
dari tidur yang tak mungkin

di sini sangat indah
dari segala keharuman dari maha kuasa
yang lahir untuk menjadi
bumi kehidupan

ini kerjaku,kerjamu,kerja kalian
ini harus di pertahankan
dari kerasnya kehidupan
dan panasnya sang penderik

ku melangkah di atas jembatan
sebagai pengubung Makassar dan pangkep
bayangkan,
sungguh perlu kota ku dari penumpang lain
sebagai jembatan silahturahmi

coba ratapi
poros kehidupan di maros ini
umbi kecil bermimpi di sini
bahkan mahkotapun tidur dan enggan di negeri lain

bagaimana tidak?
lihatlah kupu-kupu itu bernafas disini
kera masih melompat dari batu yang terjang
di sini sangat hidup
dari semua lingkarang dunia
dari semua keanggunan ciptaan Nya
namun jangan bermimpi tidak
suatu saat maros akan hancur